BEDAH BUKU ANGKOT DAN BUS MINANGKABAU OLEH LABOR JURUSAN SEJARAH FIS UNP

Beberapa fenomena dari moda transportasi angkot dan bus yang menarik untuk diperhatikan di Minangkabau adalah musik yang diputar dengan volume tinggi, eksterior dan interior mobil yang sangat unik serta cara mengemudi supir yang cenderung ugal-ugalan. Hal ini tentu menarik untuk dikaji dalam kajian ilmiah. Tetapi saat ini, topik itu masih belum banyak dilirik oleh para akademisi. Salah satu dari sedikit akademisi yang tertarik untuk mengkaji hal tersebut adalah Prof. David Reeve yang talah berhasil menulis buku yang berjudul “Angkot dan Bus Minangkabau.”

Pada hari Selasa, 21 Maret 2017, labor Jurusan Sejarah FIS UNP mengadakan sebuah acara Bedah Buku ”Angkot dan Bus Minangkabau” yang ditulis oleh Prof. David Reeve dari Australia. Beliau merupakan dosen di UGM mengajar Bahasa dan Budaya. Selain itu Prof. David Reeve juga merupakan seorang budayawan yang banyak menjadikan Indonesia sebagai ladang untuk penelitiannya, termasuk Minangkabau. Acara ini diadakan dari pukul 08.30 sampai 12.00 WIB di aula FIP UNP.

Acara bedah buku “Angkot dan Bus Minangkabau” ini dihadiri oleh ketua Jurusan Sejarah Dr. Erni Wati,SS,M.Hum dan dosen-dosen serta mahasiswa dari  berbagai kampus, terutama dari dosen dan mahasiswa Jurusan Sejarah FIS UNP sendiri. Acara ini langsung dibuka oleh Bapak Prof. Dr. Syafri Anwar,M.pd selaku Dekan FIS UNP.

Pemateri dalam Acara bedah buku yang diangkatkan oleh Labor Jurusan Sejarah ini merupakan penulis langsung dari buku “Angkot dan Bus Minangkabau”, yaitu Prof. David Reeve bersama dengan dosen Sejarah Drs. Zul Asri, M.Hum dan dimoderatori oleh dosen muda Jurusan Sejarah UNP, Najmi, SS. M.Hum.

Acara bedah buku berlangsung lancar dengan antusiasme peserta yang luar biasa, sekitar dua ratusan peserta yang hadir dalam acara ini terpukau dengan penampilan Prof. Reeve yang membuka materinya dengan membicarakan tentang ketertarikannya dengan bahasa-bahasa serta slogan yang ada di Indonesia khususnya di Minangkabau. Gaya berbicara yang khas, membuat pemaparan materinya membuat kesan tersendiri bagi peserta yang mendengarkan, terlebih katika beliau mulai membuka pembicaraannya mengenai angkot dan bus Minangkabau.

Pembahasan mengenai angkot dan bus Minangkabau ternyata mampu menghipnotis seruangan acara. Prof. Reeve menceritakan bagaimana pada awalnya beliau tertarik dengan angkot di Indonesia hingga menemukan fenomena angkot yang jauh lebih unik di Minangkabau. “Angkot di Indonesia itu sangatlah unik, namun setelah saya menemukan angkot di Minangkabau itu justru lebih unik, bahkan sepuluh kali lebih unik,” ungkapnya dalam penyampaian materi.

Menurut Prof. Reeve, keunikan angkot dan bus di Minangkabau ini dapat  di pandang dari berbagai sudut, mulai dari nama-nama yang ditempel pada kaca depan angkot, warna-warni angkot, gambar yang menempel memenuhi dinding-dinding angkot, boneka-boneka yang digantung didalam angkot bahkan musik di dalam angkot yang diputar dengan keras.

Pembahasan mengenai angkot dan bus ini memang tepat dibahas oleh Prof. Reeve bersama dengan mahasiswa . Karena angkot adalah tranportasi umum yang  paling banyak digunakan oleh mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi, terutama di sekitar UNP. Sehingga selama pemaparan materi mengenai angkot ini para peserta sangat antusias mengikutinya sampai selesai.

Dalam pembahasan mengenai angkot dan bus minangkabau ini Prof. Reeve juga mengungkapkan kekhawatirannya. Dalam ungkapannya beliau menyatakan bahwa terjadi penurunan dari jumlah angkot dan bus yang ada di Minangkabau semenjak beliau datang pada tahun 2006 hingga kini “Pada awal saya datang kesini jumlah angkot di Minangkabau ini ada sekitar seribu dua ratusan, namun saat ini hanya tinggal seribuan. Ini menunjukkan adanya penurunan dan akan terus berlanjut”. Menurutnya penurunan jumlah angkot dan  bus ini disebabkan adanya transportasi modern seperti Bus Trans dan lain sebagainya.

Dalam acara ini yang bertindak sebaga pembedah adalah Drs. Zul Asri, M.Hum yang penelitiannya lebih menjurus kepada sejarah Kota, beliau juga merupakan dosen senior di jurusan sejarah FIS UNP. Dalam pembahasannya beliau lebih menekankan pada pengguna angkot yang merupakan golongan menengah ke bawah. Mereka yang tergolong pada golongan menengah ke atas lebih memilih untuk tidak menggunakan angkot karena tidak menyukai musik keras yang diputar di atas angkot serta kecenderungan para supir angkot yang mengemudi secara ugal-ugalan. Hal ini menyebabkan masyarakat lebih banyak memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dan Trans Padang.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Prof. Reeve dengan para peserta acara bedah buku tersebut dan terlihat juga banyak peserta yang meminta tanda tangan. Salah seorang peserta yang bernama Randa mengungkapka bahwa “Prof. Reeve sebagai orang Australia ternyata mampu berbahasa Indonesia dengan fasih dan juga mampu untuk membawakan materinya dengan cara yang unik”. Peserta lain yang bernama Pandu Tri Yoanda berpendapat bahwa acara ini sangat baik dan berharap agar acara seperti ini yang mendatangkan peneliti dari luar sering diadakan di UNP, “Bagus sekali, semoga lebih banyak peneliti asing yang datang untuk memberi kuliah umum di kampus kita UNP ini.”

 

 

Tuesday the 25th. Affiliate Network Reviews. FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG ADMIN IT : INFO@FIS.UNP.AC.ID / RUDMAHES@UNP.AC.ID
Copyright 2012

©